Kamu. Iya kamu.
Kamu tidak bosan ya mengulang kesalahan yang sama.
Kamu tidak bosan mengeluarkan kata-kata busukmu itu
tentangku kepada mereka.
Kamu ingat apa yang pernah terjadi sama kamu?
Boleh aku bantu kamu mengingatnya? Agar kamu bisa berkaca walau
sejenak.
Aku ingin kamu berkaca. Menyadari perbuatan kamu selama ini.
Kamu hobi banget sih cari masalah.
Baru saja aku tersadar sesuatu antara kita sayang.
Kamu memang selalu menang diawal.
Kamu memang selalu mendapatkan semuanya terlebih dahulu.
Kamu memang berhasil merebutnya dari aku sayang.
Dan aku memang selalu mengalah untukmu sayang.
Aku mundur. Aku membiarkan kamu berlaga sesukamu.
Agar kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan.
Namun itu hanya sementara.
Tak kau sadari apa yang terjadi setelah itu?
Semua itu kembali kepada tempat yang seharusnya.
Dan keterpurukanmu akan menghampirimu kembali.
Aku terlalu tahu apa yang telah kamu lakukan.
Tolong, berhenti. Jangan melakukan hal busukmu itu kepada
yang lainnya.
Jangan membodohi dirimu sendiri sayang.