Terkadang mereka yang berjuang dengan ketulusan tidak selalu
mendapatkan apa yang ia harapkan. Namun mereka bertahan, karena mereka masih
memiliki harapan yang baik atas apa yang mereka perjuangkan. Mereka terus
berharap, mereka bertahan, dan tanpa sadar mereka pun tersakiti. Haruskah
mereka berjuang demi orang yang hanya bisa memberikan rasa sakit? Bukan tanpa
alasan mereka tetap bertahan, semuanya atas dasar rasa yang mereka miliki di
dalam hati. Rasa sayang yang tulus terhadap makhluk Tuhan yang lain. Hanya saja
semua hal baik yang kita lakukan tidak selalu mendapatkan balasan yang baik
pula. Aku pikir hal itu terjadi sebagai ujian untuk mereka yang berjuang, agar
mereka mengerti arti ketulusan ketika kita tidak harus mendapatkan sesuatu yang
sangat kita harapkan. Arti kecewa ketika mereka yang diperjuangkan tidak
mengerti betapa sulitnya berjuang. Dan arti bahagia ketika mereka berhasil
memperjuangkan sesuatu.
Disatu sisi sangat berat jika harus berjuang seorang diri
kalau memang hal itu diperuntukkan bagi dua kehidupan yang nantinya akan
disatukan. Bayangkan saja tubuh manusia dimana terdapat kaki kiri dan kaki
kanan. Dimana kaki kanan terluka, tidak bisa digunakan untuk berjalan secara
normal. Bagaimana bisa manusia itu sampai ditujuan dengan cepat jika hanya
dengan satu kaki yang dapat bekerja?