Rabu, 10 Agustus 2011

Dear someone :)



Teruntuk dia yang disana. Yang sepertinya lagi ingin bermain. (Main apa?) Yaa, dia sepertinya sedang ingin bermain layangan, yoyo, atau apalah.
Halo, saya berusaha percaya pada anda. Tapi anda dengan mudah bilang kalau anda belum bisa percaya dengan saya? It was hurt man :).
Anda ingin bermain layangan? Silahkan. Tapi tolong jangan jadikan perasaan saya ini sebagai layangannya. Cara main layangan itu ditarik ulur kan? Anda sadar gak? Saya sudah dijadikan layangan oleh anda. Kadang-kadang ditarik dan tiba-tiba diulur gitu aja. Anda tau rasanya? Saya pun bingung menjelaskannya. Tapi yang jelas rasanya itu sangat tidak menyenangkan. Mungkin anda senang dengan permainannya. Tapi saya tidak. Kalau memang mau dilepasin tolong dilepas. Kalau emang mau ditarik, tolong ditarik. Lalu anda simpan layangannya.
Sama aja rasanya kaya main yoyo. Diangkat, dan tiba-tiba dijatohin. Gimana rasanya? Sakit kan?
Diharapkan supaya anda sadar ya. Semua ini bukan permainan.
You are a player, but I'm not a game :)
I smile? Yes, that is a fake smile. My lips are smiling. But my heart is crying.
So tell me the truth from your deepest heart.

Salam manis,



Poppy :)