Selasa, 05 Oktober 2010

Orang Tua dan Anak harus saling menghargai

Gue tau seorang anak itu harus patuh sama orang tuanya. Tapi bukan berarti anak harus selalu nurut kan?? Coba kalo ada anak dipaksa orang tuannya untuk nurutin kemauan dia. Padahal kemauan orang tuannya itu sama aja menjerumuskan sang anak berlaku negatif. Misalnya aja karena himpitan ekonomi banyak orang tua yang maksa anaknya buat jadi PSK atau pengamen. Kasian kan tuh anak? Padahal anak itu pasti gak mau. Dan kalo dia nurutin permintaan itu, dia gak mendapat hak nya secara utuh. Dia berhak kan buat berontak? Yaiyalah...

Dan keputusan yang dibuat sama orang tua itu gak selalu bener. Keputusan orang tua itu harus diimbangin sama persetujuan si anak. Jangan sampai orang tua menyesal karena udah maksain keingginannya sama si anak. Segala sesuatunya itu harus diperhitungkan dengan baik. Banyak juga loh anak yagn menderita karena keputusan orang tua. Semua itu bisa membuat si anak jadi tertekan, sampai akhirnya kalo emang anak itu udah gak kuat dia bakal mencari hal baru untuk melampiaskan rasa tertekannya itu. Syukur kalo dilampiaskan ke hal yang positif. Kalo ternyata pelampiasannya diarahkan ke hal yang negatif gimana? Pasti akhirnya orang tua juga kan yang kerepotan. Misal, anak yang ketergantungan NARKOBA, trus dia overdosis. Yang ribet siapa? Orang tua kan?

Makanya antara orang tua dan anak harus ada komunikasi yang baik. Supaya gak terjadi salah paham. Dan untuk orang tua coba ngertiin anak. Karena, mungkin aja ada beberapa hal yang gak diketahuin orang tua yang bikin mood sang anak down. Jadi ketika seorang anak pulang dengan muka ditekuk 10, itu berarti mereka sedang capek atau punya masalah pribadi(putus sama pacar gitu contohnya).

Dan sebagai anak, kalo emang gak setuju sama pendapat atau keinginan orang tua bisa aja kalian berontak. Maksud berontak disini secara halus dan baik-baik ya. Orang tua, diahrapkan bisa menerima pendapat anak yang tidak setuju. Terus coba cari jalan keluar, biar keinginan orang tua bisa tetap dijalani tanpa membebani sang anak.